Waspada! Mahasiswa RI di China Rugi Puluhan Juta Akibat Jasa Tukar Uang Online
Kasus penipuan jasa transfer yuan online kembali menimpa mahasiswa Indonesia di China. Seorang mahasiswa asal Indonesia menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Pelaku, yang ternyata juga Warga Negara Indonesia (WNI), memanfaatkan kebutuhan mahasiswa untuk menukar mata uang secara online.
Berdasarkan laporan dari kumparannews (sumber: [kumparan.com](https://kumparan.com/kumparannews/mahasiswa-ri-di-china-kena-tipu-jasa-tukar-uang-rugi-puluhan-juta-pelaku-wni-24P4ziiUkFc/4)), korban yang tidak disebutkan namanya ini awalnya mencari jasa penukaran yuan ke rupiah melalui media sosial. Pelaku menawarkan kurs yang menggiurkan dan terkesan profesional. Namun, setelah transfer dilakukan, dana yang dikirim korban tak kunjung diterima. Alhasil, korban kehilangan uang puluhan juta rupiah lebih tepatnya 41 juta.
Pelaku diketahui menggunakan akun media sosial palsu dan identitas yang tidak jelas. Mereka biasanya menawarkan kurs mata uang yang lebih tinggi dari pasaran untuk menarik minat korban. Setelah korban tertarik, pelaku meminta transfer dana terlebih dahulu dengan janji akan mengirimkan yuan dalam waktu singkat. Namun, setelah uang dikirim, pelaku menghilang begitu saja.
Tambahan Informasi untuk Kehati-hatian
Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Jasa transfer atau penukaran uang online kerap menjadi sarana penipuan, terutama bagi mahasiswa atau pekerja yang tinggal di luar negeri. Berikut beberapa tips untuk menghindari penipuan serupa:
1. Gunakan Layanan Resmi
Selalu gunakan layanan penukaran uang atau transfer yang resmi dan terpercaya, seperti bank atau money changer berlisensi.
2. Verifikasi Identitas Penjual
Pastikan Anda mengetahui identitas lengkap penjual, termasuk nomor telepon dan alamat yang valid.
3. Hindari Tawaran Kurs Terlalu Tinggi
Jika tawaran kurs terlalu menggiurkan, waspadalah. Biasanya, ini adalah taktik pelaku untuk menarik korban.
4. Jangan Transfer Sebelum Deal
Jangan pernah mentransfer uang sebelum memastikan keamanan transaksi. Gunakan metode pembayaran yang aman, seperti escrow atau jasa pihak ketiga.
5. Laporkan Jika Terjadi Penipuan
Jika Anda menjadi korban penipuan, segera laporkan ke pihak berwajib atau kedutaan besar setempat untuk mendapatkan bantuan.
Dampak pada Korban
Selain kerugian finansial, kasus penipuan ini juga menimbulkan trauma dan ketidaknyamanan bagi korban. Mahasiswa yang menjadi korban kini harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup di negeri orang sambil menanggung beban kerugian tersebut.
Kesimpulan
Kasus penipuan jasa transfer yuan online ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dalam bertransaksi, terutama di dunia digital. Jangan mudah tergiur oleh tawaran menguntungkan tanpa verifikasi yang jelas. Selalu prioritaskan keamanan dan kehati-hatian dalam setiap transaksi keuangan.
Sumber: kumparan.com
Image by Sammy-Sander from Pixabay